Ah, Ternyata...

Sore ini aku mendapat kabar salah satu sahabat dekatku menikah. Tentu saja aku ikut senang. Tapi beberapa menit kemudian mulai terlintas pertanyaan. "Ya Allah, aku kapan?" Mendadak ada sisi hatiku merasakan sedih.

Seperti layaknya auto system, tanganku mulai menari-nari di dunia media sosial. Mencari-cari yang berpotensi menjadi calon suami. Akhirnya aku mendapatkan beberapa list nama. Lalu muncul dua pertanyaan baru. 

"Yakin mau sama dia?" 

dan 

"Emang dia mau sama aku?"

Lalu tetiba handphoneku berbunyi tanda pesan masuk. 

Ah, ternyata pekerjaanku masih menumpuk. Harus kuselesaikan satu per satu.

Tak lama kemudian handphoneku berbunyi lagi. Telepon dari orang rumah yang menanyakan aku pulang. Yang menunggu Lumpia goreng kesukaan mereka.

Ah, ternyata aku masih harus bersama keluargaku.

Setelah itu, adzan Ashar berkumandang. Tubuhku langsung bergerak mengambil wudhu. Karena sepertinya aku butuh "Me Time" bersama pemilik hati.

Ketika aku bercermin di kaca membenahi kerudung setelah wudhu. Aku termenung menatap bayanganku di cermin beberapa saat.

Menyadari banyaknya kekuranganku.

Ah, pantas saja belum dikasih sama Allah.

Lalu bergegas sholat.

Hal diatas terjadi entah sudah berapa kali dalam hidupku. Tentu aku sangat ingin menikah. Tapi ketika aku mulai memikirkannya aku selalu merasa overthingking. Bahkan lebih parahnya berburuk sangka pada Sang Pembuat Rencana.

Tak jarang aku menghindari obrolan pernikahan. Sampai pada suatu koma (karena belum akhir, jadi ga pake titik), aku berfokus pada diriku sendiri dan sekitarku.

Sudah sekitar setahun nampaknya kejadian diatas tidak terjadi. Dan terjadi lagi pada hari ini.

Ah, ternyata memang hidup itu seperti roda. Ia akan berputar dan bertemu pada koma yang sama.

Semoga rodaku bergerak lebih cepat. Agar cepat sampai tujuan 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak