Postingan

Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari

Gambar
 Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Hah sedekah tiap hari? Duh buat diri sendiri aja kurang. Sering merasa seperti itu? Terusin aja, paling tetap merasa kurang. Aku meyakini bahwa rejeki sudah diatur. Kita mungkin tidak tahu rejeki itu ada dimana tapi Rejeki selalu punya cara untuk menemukan kita. Kadang, kita hanya kurang bersyukur. Dan salah satu cara atau bukti kita bersyukur adalah bersedekah. Btw, kalau kalian masih berpikir jika sedekah itu hanya sebatas uang. Kusarankan kalian main lebih luas, karena sedekah lebih luas dari apa yang dipikirkan. Sedekah bisa dilakukan dari hal yang terkecil dan bisa dilakukan setiap hari. Berikut contohnya. kenal ga sama emoticon πŸ˜Š☺️πŸ˜πŸ˜„πŸ˜ƒπŸ˜€? Yess, kita udah ga asing kan sama emoticon tersebut. Kita bisa menyisipkan emoticon senyuman disetiap section komen, atau setiap interaksi dengan orang lain di med

Ramadhan ke-2 Kultum: Perang Badar

Gambar
Ramadhan ke-2 Kultum: Perang Badar Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Sebenarnya bukan ini sih video dari panitia. Tapi entah kenapa link yang diberikan tidak bisa memutar video. Btw, video yang saya sisipkan adalah video kajian Sirah Nabawiyyah oleh Ust. Khalid Basalamah. Sebelum pandemi ada kajian Sirah Nabawiyyah di Masjid Istiqamah Balikpapan. Aku bukan ahli bercerita sejarah, tapi aku mencoba menceritakan kembali apa yang tangkap dari video yang kutonton dari panitia. Aku mendengar kisah perang ini ketika aku duduk di bangku sekolah. Yang kuingat adalah kaum muslimin saat itu hanya mempunyai sekitar 300an pasukan sedangkan kaum Quraisy mempunyai 1000 pasukan. 1 banding 3. Ternyata ketika mengetahui perbandingan jumlah pasukan. Rasulullah SAW sempat merasa bimbang terhadap komitmen kaum anshor. Tapi kebimbangan itu hilang ketika Sa'ad bin Muadz maju memberikan pidato yang heroik. Kurang l

Ramadhan ke-1 Upgrade Skill: Cara Ringan Menabung Qurban

Gambar
Ramadhan ke-1 Upgrade Skill: Cara Ringan Menabung Qurban Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri Jadi, sebenarnya kegiatan di Positivity cukup padat. Tapi biasanya aku mendengarkan rekaman. Karena waktu yang dipakai untuk beraktifitas adalah WIB sedangkan aku saat WITA.  Lihat juga catatan tahun kemaren : klik disini Dulu kalo kepikiran buat Qurban aku selalu membuat alasan, "Ah ya udah ntar aja tahun depan". Lalu apa yang terjadi tahun depan? Aku tetap membuat hal yang sama. Kejadian ini berulang kali terjadi. Sampai suatu saat, aku terpikir "Bagaimana nanti ajalku menjemput tapi aku tak sempat berQurban?" Yang akhirnya saat itu aku menggunakan uang tabunganku untuk berQurban. Jika dipikir-pikir, aku hanya membuat alasan demi alasan. Jika tidak memaksa diri, mungkin sampai sekarang aku tidak pernah berQurban. Iya sih memang, Qurban itu ga wajib. Tapi aku agak malu sendiri ketika me

Ramadhan ke-1: Kultum-Manajemen Waktu

Gambar
Ramadhan ke-1: Kultum-Manajemen Waktu Baca juga catatan Ramadhan tahun kemarin --> Klik disini Jangan ngamuk dulu, aku tahu postingan ini diposting di hari ke-8. Jadi ceritanya aku ikut kegiatan Positivity Ramadhan ( Positivistri activity Ramadhan). Semacam pesantren kilat online khusus perempuan. Walaupun penyelenggara ada kata "Istri", yang belum menikah bisa banget untuk ikutan. Nah, daripada catatan-catatan hanya sekedar di lapton dan aku simpan sendiri. Mari kita tuliskan saja di blog yang mungkin mulai ada sarang laba-laba saking jarang aku isi. Cuss langsung ke isi materi hari pertama. Hari pertama ada kultum yang harus kita tonton. Berikut linknya. Video ini diambil dari potongan ceramah dari Ustadz dr. Raehanul Bahraen Di video ini aku merasa kesentil, karena memang banyak waktu yang kubuang sia-sia. Kalau lagi ga ikut kajian, biasanya kalian ngapain? Kalo aku main media sosial, rebahan, nonton drakor dan kegiatan yang kalau dipikir-pikir memang tidak produktif y

Berjarak

 Tahun 2020, tahun pandemi, tahun dimana semua akhirnya siap tidak siap harus berjarak. Nampaknya memang pandemi ini memberi banyak jarak. Yang dulunya bisa berkumpul setiap hari. Pada akhirnya harus menahan diri untuk tidak bertemu selama berbulan-bulan. Ketika bertemu, juga menjadi hal yang asing. Dahulu bisa bercerita tanpa ditanya. Sekarang, belum tentu mau bercerita jika ditanya. Itulah gerbang dimana akhirnya masing-masing dari kita memberi jarak masing-masing. Mungkin cerita telah menjadi kadarluwarsa lalu berubah menjadi kenangan Mungkin itu yang sering orang lain bilang, "Semua akan lost contact pada waktunya. Tunggu aja." Aku disini tetap akan menjadi diriku terbaik. Apapun yang terjadi. Bahkan aku bertekad menjadi lebih baik dari sebelumnya. Baik ada mereka ataupun tidak. Jika yang disana memberlakukan harus ditanya baru cerita. Akupun punya aturan untuk menjadi pendengar yang baik walaupun tak dipinta. Melangkahlah ke arah mana yang kalian mau. Akupun tetap melang

Selamat Tinggal karya Tereliye

Gambar
 Akhirnya aku memulai kembali kegiatan membaca dan menulis. Aku rasa aku tidak akan berjanji untuk rajin-rajin membaca atau menulis kembali. Tapi anggap saja ini menjadi awal yang cukup baik di akhir tahun. Kali ini aku membaca buku Selamat Tinggal karya Tereliye. Karya Tereliye memang selalu menjadi favorit sejak kuliah. Buku Selamat Tinggal karya Tereliye (sumber gambar: klik disini ) Setelah sekian lama tidak membaca buku sampai tuntas. Sesungguhnya aku tetap membaca, tapi memang banyak buku yang akhirnya tidak terselesaikan. Buku selamat tinggal berisi 350 halaman yang kuselesaikan dalam kurun waktu 4 (empat) hari. Sebenarnya bisa saja aku membacanya semalaman, tapi balik lagi karena hal baru (lagi) yang kulakukan. Butuh effort untuk menyelesaikannya. Padahal ceritanya menarik. Sungguh menarik. Bercerita tentang Sintong, si Mahasiswa Abadi yang sudah 7 (tujuh) tahun tidak kunjung lulus. Padahal di tahun pertama dan kedua, Sintong adalah Mahasiswa yang berprestasi yang tulisannya ba

7 Days Challenge JSR

Gambar
Sesungguhnya dan sebenarnya sudah lama aku kepo-kepo tentang Jurus Sehat Rasulullah dari dr. Zaidul Akbar. Mulai dari baca bukunya, lihat kajian di Youtube sampe ke IG beliau. Semua sudah aku kepoin. Tapi ya itu, baru sekedar kepo, belum menjalani. Mohon jangan ditiru kawan-kawan😀😀. Yang belum tahu Jurus Sehat Rasulullah yang biasa disingkat JSR, bisa langsung google. Karena kajiannya mudah ditemui. Bermula dari kegiatan dietku yang stop selama pandemi. Pikirku bagaimana caranya aku tidak sakit saja itu sudah cukup. Eh eh eh ternyata kebablasan. Makan tak terkontrol ditambah lebih banyak rebahan yang akhirnya mengakibatkan beberapa hal 1. Badan melar 2. Timbangan badan bergerak ke arah kanan 3. Mudah sekali mengantuk di siang hari dan susah tidur di malam hari alias insomnia 4. Muncul banyak jerawat 5. Siklus haid tidak teratur Aku kembali mengingat masa-masa 2019, yang dimana aku berjuang menurunkan berat badan dari 85 kg ke 68 kg. Yups, 17 kg berhasil aku turunkan. Tapi sayangnya k