Postingan

Berjarak

 Tahun 2020, tahun pandemi, tahun dimana semua akhirnya siap tidak siap harus berjarak. Nampaknya memang pandemi ini memberi banyak jarak. Yang dulunya bisa berkumpul setiap hari. Pada akhirnya harus menahan diri untuk tidak bertemu selama berbulan-bulan. Ketika bertemu, juga menjadi hal yang asing. Dahulu bisa bercerita tanpa ditanya. Sekarang, belum tentu mau bercerita jika ditanya. Itulah gerbang dimana akhirnya masing-masing dari kita memberi jarak masing-masing. Mungkin cerita telah menjadi kadarluwarsa lalu berubah menjadi kenangan Mungkin itu yang sering orang lain bilang, "Semua akan lost contact pada waktunya. Tunggu aja." Aku disini tetap akan menjadi diriku terbaik. Apapun yang terjadi. Bahkan aku bertekad menjadi lebih baik dari sebelumnya. Baik ada mereka ataupun tidak. Jika yang disana memberlakukan harus ditanya baru cerita. Akupun punya aturan untuk menjadi pendengar yang baik walaupun tak dipinta. Melangkahlah ke arah mana yang kalian mau. Akupun tetap melang

Selamat Tinggal karya Tereliye

Gambar
 Akhirnya aku memulai kembali kegiatan membaca dan menulis. Aku rasa aku tidak akan berjanji untuk rajin-rajin membaca atau menulis kembali. Tapi anggap saja ini menjadi awal yang cukup baik di akhir tahun. Kali ini aku membaca buku Selamat Tinggal karya Tereliye. Karya Tereliye memang selalu menjadi favorit sejak kuliah. Buku Selamat Tinggal karya Tereliye (sumber gambar: klik disini ) Setelah sekian lama tidak membaca buku sampai tuntas. Sesungguhnya aku tetap membaca, tapi memang banyak buku yang akhirnya tidak terselesaikan. Buku selamat tinggal berisi 350 halaman yang kuselesaikan dalam kurun waktu 4 (empat) hari. Sebenarnya bisa saja aku membacanya semalaman, tapi balik lagi karena hal baru (lagi) yang kulakukan. Butuh effort untuk menyelesaikannya. Padahal ceritanya menarik. Sungguh menarik. Bercerita tentang Sintong, si Mahasiswa Abadi yang sudah 7 (tujuh) tahun tidak kunjung lulus. Padahal di tahun pertama dan kedua, Sintong adalah Mahasiswa yang berprestasi yang tulisannya ba

7 Days Challenge JSR

Gambar
Sesungguhnya dan sebenarnya sudah lama aku kepo-kepo tentang Jurus Sehat Rasulullah dari dr. Zaidul Akbar. Mulai dari baca bukunya, lihat kajian di Youtube sampe ke IG beliau. Semua sudah aku kepoin. Tapi ya itu, baru sekedar kepo, belum menjalani. Mohon jangan ditiru kawan-kawan๐Ÿ˜ค๐Ÿ˜ค. Yang belum tahu Jurus Sehat Rasulullah yang biasa disingkat JSR, bisa langsung google. Karena kajiannya mudah ditemui. Bermula dari kegiatan dietku yang stop selama pandemi. Pikirku bagaimana caranya aku tidak sakit saja itu sudah cukup. Eh eh eh ternyata kebablasan. Makan tak terkontrol ditambah lebih banyak rebahan yang akhirnya mengakibatkan beberapa hal 1. Badan melar 2. Timbangan badan bergerak ke arah kanan 3. Mudah sekali mengantuk di siang hari dan susah tidur di malam hari alias insomnia 4. Muncul banyak jerawat 5. Siklus haid tidak teratur Aku kembali mengingat masa-masa 2019, yang dimana aku berjuang menurunkan berat badan dari 85 kg ke 68 kg. Yups, 17 kg berhasil aku turunkan. Tapi sayangnya k

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Gambar
Sebenarnya ini adalah postingan saya di blog lama . Entah kenapa kepikiran lagi aja untuk share ulang siapa tau bisa bermanfaat Sering saya mendengar cerita-cerita teman saya, yang kebanyakan sudah berumah tangga ketika saatnya gajian, hal yang mereka pikirkan adalah cicilan satu, cicilan dua, dan seterusnya. Sehingga tak jarang mereka kewalahan sendiri untuk mengatur keuangan. Hutang adalah salah satu dosa yang tidak akan terampuni walau mati syahid. Saya pribadi lebih memilih untuk mengumpulkan uang daripada berhutang. Bukan berarti hutang itu dilarang, hanya saja memang harus ada hal-hal yang harus dipikirkan ketika hendak berhutang. Yang akan saya sampaikan di postingan kali ini hanyalah pikiran sok tau saya aja lho ya… ๐Ÿ˜‰๐Ÿ˜†๐Ÿ˜ƒ Hal-hal yang Harus Dipikirkan ketika Hendak Berhutang 1. Tujuan berhutang Lagi-lagi saya ingatkan, mulailah belajar apakah yang hendak kita beli itu sebuah kebutuhan atau keinginan. Ketika sudah di tahap kebutuhan, maka yang harus dipikirkan lagi

Ramadhan hari ke-5: Macam-macam Pertemanan

Gambar
Tadi pagi baru saja aku mendapatkan pesan WA dari sahabatku sejak kuliah. Isinya seperti ini: #Hikmah_Pagi ๐Ÿ’™ Dari sekian banyak ibadah yang dapat mendekatkan diri kita dengan jalan menuju syurga, salah satu jalannya adalah : Berteman dengan orang-orang sholeh (Qs. At-Taubah : 119) ... ูŠَุง ุฃَูŠُّู‡َุง ุงู„َّุฐِูŠู†َ ุขู…َู†ُูˆุง ุงุชَّู‚ُูˆุง ุงู„ู„َّู‡َ ูˆَูƒُูˆู†ُูˆุง ู…َุนَ ุงู„ุตَّุงุฏِู‚ِูŠู†َ [119] Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. * Diantara perintah beriman, Ada perintah agar kita bersama orang2 yang benar. Karena mustahil keimanan akan melekat, jika kita jauh dari lingkaran kebenaran dan kebaikan. Dalam satu riwayat hadist, Rasulullah pernah meminta 3 cinta kepada Allah , yaitu : 1. Cinta- Nya 2. Cinta orang-orang yang mencintai-Nya 3. Cinta kepada amalan yang mendekatkan diri dengan cinta-Nya Sekelas Rasul saja masih meminta dibersamai dengan orang2 yang mencintai Allah, apalagi dengan kita ? Nabi Musa ditemani Harun, Nabi Ibrahim bersama Ism

Ramadhan hari ke-4: Memotivasi atau Riya

Dari hari pertama ramadhan, sudah sekitar orang menanyai "Sudah sampai mana mengajinya". Ketika aku menjawab ada dua respon yang aku dapatkan.Yang pertama merespon dengan bilang "Baru segitu? aku sih udah hampir tamat". Yang kedua, "Wah hebat ya sudah sampai situ." Respon yang bertolak belakang memang. Alasan mereka bertanya Wallahualam sih. Tapi kadang aku merasa serba salah ketika ditanya yang mengenai ibadahku. Disisi lain aku ingin sekali apa yang aku contohkan sehari-hari menjadi dakwah untuk orang sekitarku. Dan di sisi lain aku takut semua ini hanyalah keinginanku dibilang sholehah atau kata lain adalah Riya. Yang bisa kuperbuat adalah sesering mungkin meluruskan niat. Jangan sampai melenceng ke arah yang tidak disukai Allah SWT. Tapi aku tetap sepakat dengan kata-kata Sahabat Rasul Ali bin Abi Thalib: "Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun. Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu." Biark

Ramadhan hari ke-3: Buku Amalan Ibadah

Hari ini aku mengunjungi keponakanku. Anak dari sepupuku yang pengen liat motor polisi. Bukan motor polisi sebenarnya, hanya aku dipinjami Motor besar oleh bosku yang sudah di modifikasi mirip seperti motor polisi. Kakak berusia 6 tahun dan adik baru menginjak 2 tahun. Senangnya ga ketulungan, sampai berebut untuk naik motor. Datanglah waktu Sholat Ashar, Abang ikut solat denganku. Selepas solat ia menandai daftar amalan yang diberikan oleh sekolahnya. Melihat itu aku jadi teringat Buku Amalan ibadah yang selalu diberikan oleh sekolah untuk diisi selama bulan Ramadhan. Aku ingat euforia ketika mengerjakan amalan ibadah kala itu. Bak orang paling sholeh aku memaksakan untuk sholat awal waktu dan berjamaah. Ditambah sholat rawatib, Dhuha, dan tentu saja tarawih. Buku amalan ibadah itu selalu kubawa, untuk meminta tanda tangan imam dan stempel mesjid. Belum lagi catatan isi ceramah waktu antara Sholat Isya dan Tarawih serta catatan kultum selepas subuh. Dalam sehari aku bisa menulis 2-3 i