Ramadhan ke-4 Kultum: Keutamaan Hari Jumat

Ramadhan ke-4 Kultum: Keutamaan Hari Jumat 

Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri


Hari ke-4 kita membahas keutamaan hari Jumat, kami diberi 2 video. Yang pertama dari Ust. Dr Syafiq Riza Basalamah, M.A. Videonya cukup singkat. Di video tersebut mengingatkan kita untuk banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Banyak itu seberapa? Minimal 300 kali. Jadi jumat terakhir, sudah berapa kali bershalawat? Ini sebenarnya tamparan besar untuk aku pribadi. Karena jujur aku belum merutinkan amalan tersebut. Shalawat aku ucapkan hanya di dalam shalat dan ketika berdoa setelah shalat. Kalo yang masih bingung kalimat shalawat mana yang harus diucapkan, cukup lafalkan shalawat yang kita bacakan di tahiyat akhir dalam sholat

Baca Juga: Ramadhan ke-3 Kultum: Ibadah Wanita Haid



Video kedua cukup panjang. Aku mencoba meresume dengan bahasaku. Kalau ada yang salah, langsung ditegur aja ya. Hari Jumat disebut-sebut sebagai Sayyidul Ayyam, atau hari yang lebih utama dibanding hari-hari lainnya. Apa alasannya? Lalu mengapa harus Hari Jumat? Hal ini telah dijawab oleh hadist Nabi Saw. yang diriwayatkan oleh Abu Hurairah.

“Sebaik-baik hari yang pada hari itu mata hari terbit adalah hari Jumat, pada hari itu Adam diciptakan. Pada hari itu ia dimasukkan ke surga dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan tidak akan terjadi hari kiamat kecuali pada hari Jumat.” (HR. Muslim dan Tirmidzi)

Dalam hadits Abu Lubabah Al-Badri yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Ibnu Majah, disebutkan lima peristiwa sebagai bukti keistimewaan dan keutamaan hari Jumat. Rasulullah Saw. bersabda:

“Penghulu hari (sayyidul ayyam) adalah hari Jumat, dan ia adalah seagung-agungnya hari bagi Allah, bahkan lebih agung bagi Allah daripada hari raya Fitri dan Adha. Dan pada hari jumat itu terjadi lima kejadian : 

[1] Allah menciptakan Adam pada hari itu, 

[2] Allah menurunkan Adam ke dunia pada hari itu (Jum’at),

[3] Pada hari itu Adam wafat, 

[4] Pada hari itu ada satu saat yang tidaklah seseorang memohon kepada Allah sesuatu melainkan pasti dikabulkan, selama ia tidak meminta barang yang haram, 

[5] Pada hari itu akan terjadi hari Kiamat. Tidak ada malaikat yang dekat kepada Allah, langit, bumi, angin, gunung-gunung, lautan, melainkan semua mencintai hari Jumat.” (HR. Ahmad dan Ibnu Majah).

Orang yang meninggal pada hari Jumat atau malam jumat akan dilindungi dari fitnah Jumat? Lalu gimana dengan yang ahli maksiat meninggal di hari Jumat? Wallahualam. Kita tidak pernah tau hal-hal Ghaib dan yang tidak terlihat di kasat mata kita. Maka mintalah diwafatkan di keadaan iman yang baik dan juga hari yang baik / hari Jumat

Jika kita mau bersedekah yang paling afdhol pilihlah hari Jumat. Karena sodaqoh di hari jumat akan dilipat gandakan pahalanya.

Di hari jumat juga dianjurkan untuk membaca Al-Kahfi. Kita akan dilindungi dari fitnah dajjal. Oia btw, dalam Islam pergantian hari adalah ketika Magrib. Jadi bisa dicicil membaca Al Kahfi dari malam Jumat. Kalau saya ketika belum terbiasa, saya mulai dari mendengarkan murrotalnya. Aku kurang tau sih tepat atau tidak tepatnya. Hanya daripada mendengar lagu, aku menyisihkan waktu untuk mendengar murrotalnya sambil tetap mengerjakan kerjaan dan jujur itu membuatku lebih fokus.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Berjarak