Ramadhan ke-3 Kultum: Ibadah Wanita Haid

 Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikuti di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri

Hari Ke-3, membahas ibadah untuk wanita haid. Ini menarik banget sih. Karena suka merasa kesel sendiri kalo haid, apalagi pas bulan Ramadhan seperti ini. Lagi semangat-semangatnya ibadah, eh malah haid. Stuck ga tau harus gimana, tapi pengen ibadah. Padahal haid adalah sebuah takdir yang harus perempuan dihadapi dan harus disyukuri.

Baca juga: Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari

Langsung cus aja buat resumenya. Jadi garis besar ibadah yang tidak boleh dilakukan wanita haid ada 3 yaitu Sholat, puasa dan Thawaf. Udah, 3 hal itu aja. Yang lainnya sangat boleh. Jadi masih banyak ibadah yang bisa kita lakukan.

Kalau lagi Ramadhan dan kita sedang haid. Wajib banget mengganti puasanya sebelum Ramadhan berikutnya. Kalau lupa bagaimana? Jika lupa, harus Qodho / mengganti puasa sampai yakin bahwa puasanya sudah dibayar sampai lunas. Mendingan lebih daripada kurang, kelebihannya tetap bernilai pahala. Berbeda dengan puasa, shalat tidak perlu diganti jika kita haid.

Alkisah, pada jaman Rasul, Aisyah ra haid ketika sedang berhaji. Saat itu, Rasul menenangkan sang istri bahwa hal tersebut sebuah sunnahtullah yang pasti akan terjadi di setiap wanita.

"Lakukanlah segala sesuatu yang dilakukan oleh orang berhaji selain dari melakukan thawaf di Ka'bah hingga engkau suci' (HR Bukhari no 305 dan Muslim no 1211)

Berarti, kalau lagi haid boleh mengaji/tadarus dong? Ini yang biasanya saya bingungkan dan menjadi pertanyaan terbesar. DanYups, masih sangat bisa. Tapi, tidak boleh memegang mushaf secara langsung. Bisa membaca terjemahan, atau kalau jaman sekarang via smartphone.

Hilang sudah kegalauanku. So, bukan alasan ga ibadah ketika haid.

Semangattt



Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak