Ramadhan ke-10 Kultum: Kisah Sahabat yang Membuat Rasulullah SAW Menangis

 Ramadhan ke-10 Kultum: Kisah Sahabat yang Membuat Rasulullah SAW Menangis

Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikuti di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri


Kultum kali ini beriksah tentang kisah sahabat yang membuat Rasulullah SAW menangis. Btw, kisah ini relate banget sih sama kehidupan jaman milenial sekarang. Jadi langsung sajo, cekidot.

Al Kisah ada seorang sahabat Rasul bernama Abu Dujanah ra, beliau seorang yang fakir tapi sangat sholeh. Ia termasuk sahabat yang paling rajin, ketika berjamaah bersama Rasulullah SAW, ia akan menyelesaikan ibadah sampai tuntas baru pulang. 

Rasulullah SAW adalah seorang yang paling memperhatikan para sahabatnya. Ia menyadari Abu Dujanah ra beberapa hari pulang sebelum selesai berdoa. Padahal doa Rasulullah SAW adalah hal yang paling dinantikan.

Lalu akhirnya Rasulullah SAW langsung bertanya kepada Abu Dujanah ra. Apakah ia sudah tidak mempunyai hajat. Seketika sahabatnya itu langsung menangis. Ia menceritakan bahwa kelurganya adalah keluarga yang fakir yang seringkali kelaparan. Suatu hari setelah beribadah subuh, ia mendapati anaknya mengambil dan memakan kurma tetangganya. Ketika ia melihat kejadian itu, Abu Dujanah ra langsung berlari ke anaknya dan ia mengambil kurma di dalam mulut anaknya agar dimuntahkan.

Bayangkan, ketika anak kecil yang sudah sangat lapar lalu dipaksa memuntahkan makanan tersebut. Terlihat kejam jika dilihat kasat mata. Tapi sesungguhnya Abu Dujanah ra, tidak ingin anaknya mempunyai sesuatu yang tidak halal di perutnya. 

Rasulullah SAW yang mendengar kisah Abu Dujanah ra, langsung menangis rasa empati yang sangat tinggi membuat Rasulullah SAW merasakan kesedihan yang dirasakan Abu Dujanah ra. Setelah kejadian tersebut, Abu Dujanah ra terpaksa pulang sebelum anak-anaknya terbangun. Ia harus segera menyembunyikan kurma yang jatuh di sekitar rumahnya, agar anak-anaknya tidak melihat dan ada keinginan untuk memakan kurma tersebut. 

Jika kita melihat realita di kehidupan sekarang, berapa banyak orang tua atas nama cinta memberikan anaknya kemewahan. Mulai dari Gadget, kendaraan dan makanan-makanan yang belum jelas kehalalannya. Berlindung di balik kata 'yang penting anak seneng', 'yang penting anak bahagia', 'yang penting anak kenyang'.

Setelah mendengar kisah Abu Dujanah ra, Rasulullah SAW langsung mendatangi tetangga Abu Dujanah ra yang ternyata seorang munafik. Rasul hendak membeli pohon kurma tersebut dan membayarnya dengan 10 pohon kurma di surga. Mendengar itu, tetangga tersebut menolak karena ia berprinsip yang di dunia harus dibayar di dunia juga. Hal ini di dengar oleh Abu Bakar ra, ia langsung maju dan berkata akan membayar 10 pohon kurmanya yang sangat lebat buahnya. 

Pelajaran yang paling penting dari kisah ini adalah kita harus menjaga diri dari hal yang haram. Yang akan membawa mudharat. 




Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak