Berjarak

 Tahun 2020, tahun pandemi, tahun dimana semua akhirnya siap tidak siap harus berjarak. Nampaknya memang pandemi ini memberi banyak jarak. Yang dulunya bisa berkumpul setiap hari. Pada akhirnya harus menahan diri untuk tidak bertemu selama berbulan-bulan.

Ketika bertemu, juga menjadi hal yang asing. Dahulu bisa bercerita tanpa ditanya. Sekarang, belum tentu mau bercerita jika ditanya.

Itulah gerbang dimana akhirnya masing-masing dari kita memberi jarak masing-masing.

Mungkin cerita telah menjadi kadarluwarsa lalu berubah menjadi kenangan

Mungkin itu yang sering orang lain bilang,

"Semua akan lost contact pada waktunya. Tunggu aja."

Aku disini tetap akan menjadi diriku terbaik. Apapun yang terjadi. Bahkan aku bertekad menjadi lebih baik dari sebelumnya. Baik ada mereka ataupun tidak.

Jika yang disana memberlakukan harus ditanya baru cerita. Akupun punya aturan untuk menjadi pendengar yang baik walaupun tak dipinta.

Melangkahlah ke arah mana yang kalian mau.

Akupun tetap melangkah ke arah yang kutuju.

Jika kita bertemu di jalan, aku bersedia menyapa duluan dan menjadi pendengar yang baik.

Tapi mungkin kali ini lebih banyak diam dariku

Karena aku telah membuat jarak.

yang entah kapan kuganti sentimeternya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days