Ramadhan hari ke-5: Macam-macam Pertemanan

Tadi pagi baru saja aku mendapatkan pesan WA dari sahabatku sejak kuliah. Isinya seperti ini:

#Hikmah_Pagi 💙

Dari sekian banyak ibadah yang dapat mendekatkan diri kita dengan jalan menuju syurga, salah satu jalannya adalah :

Berteman dengan orang-orang sholeh (Qs. At-Taubah : 119)
...
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

[119] Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

*
Diantara perintah beriman, Ada perintah agar kita bersama orang2 yang benar. Karena mustahil keimanan akan melekat, jika kita jauh dari lingkaran kebenaran dan kebaikan.

Dalam satu riwayat hadist, Rasulullah pernah meminta 3 cinta kepada Allah , yaitu :
1. Cinta- Nya
2. Cinta orang-orang yang mencintai-Nya
3. Cinta kepada amalan yang mendekatkan diri dengan cinta-Nya

Sekelas Rasul saja masih meminta dibersamai dengan orang2 yang mencintai Allah, apalagi dengan kita ?

Nabi Musa ditemani Harun, Nabi Ibrahim bersama Ismail, Nabi Daud dengan Nabi Sulaiman,
Lalu kita ?

*

Semoga Allah dekatkan kita dengan partner akhirat yang sholeh, baik dilingkaran keluarga , atau pun pertemanan ..

Aamiin Ya Rabbal'alamin 💙

Sumber gambar dari IG @lemonmove
Lalu aku melihat di Instagram, masih sama tentang pertemanan. Ternyata pertemanan juga banyak macamnya diantaranya:
  1. Ta'arufan - teman kenal secara kebetulan seperti bertemu di jalan, kafe, dll
  2. Ta'ariihan - teman karena faktor sejarah seperti teman sekampung, sealmamater, sekost dll
  3. Ahammiyatan - teman karena kepentingan seperti bisnis atau politik
  4. Faarihan - teman karena sehobi
  5. Amalan - teman karena seprofesi
  6. 'Aduwwan - teman yang terlihat baik tapi ternyata penuh kebencian (macam fake gitulah, ini adalah contoh pertemanan berbahaya)
  7. Hubban limaanan - teman yang suka mengingatkan kita serta mengajak kita selalu ke jalan Allah SWT
Tentu saja pertemanan nomor 7 adalah perteman yang paling ideal. Semoga kita termasuk pertemanan yang selalu mengajak kepada kebaikan menuju Allah SWT. Tapi ada ruang lingkup yang lebih spesial, yaitu persahabatan. Untuk pertemanan sendiri aku tak banyak memilih. Aku memilih untuk tetap bersikap ramah kepada siapa-pun. Tapi untuk sahabat, aku sangat pemilih. Dan semoga yang kupilih adalah orang-orang yang bisa membawaku ke dalam kebaikan menujua Allah SWT. Aamiin

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Saat "Me Time"-ku Diganggu