Ramadhan hari ke-3: Buku Amalan Ibadah

Hari ini aku mengunjungi keponakanku. Anak dari sepupuku yang pengen liat motor polisi. Bukan motor polisi sebenarnya, hanya aku dipinjami Motor besar oleh bosku yang sudah di modifikasi mirip seperti motor polisi. Kakak berusia 6 tahun dan adik baru menginjak 2 tahun. Senangnya ga ketulungan, sampai berebut untuk naik motor.

Datanglah waktu Sholat Ashar, Abang ikut solat denganku. Selepas solat ia menandai daftar amalan yang diberikan oleh sekolahnya. Melihat itu aku jadi teringat Buku Amalan ibadah yang selalu diberikan oleh sekolah untuk diisi selama bulan Ramadhan.

Aku ingat euforia ketika mengerjakan amalan ibadah kala itu. Bak orang paling sholeh aku memaksakan untuk sholat awal waktu dan berjamaah. Ditambah sholat rawatib, Dhuha, dan tentu saja tarawih. Buku amalan ibadah itu selalu kubawa, untuk meminta tanda tangan imam dan stempel mesjid. Belum lagi catatan isi ceramah waktu antara Sholat Isya dan Tarawih serta catatan kultum selepas subuh. Dalam sehari aku bisa menulis 2-3 isi kajian, jadi belum setengah Ramadhan isian kajian sudah penuh di buku amalan ibadah.

Tentu saja saat itu aku belum mengenal kata riya. Ada kepuasan sendiri ketika bisa melengkapi buku amalan ibadah. Dan kurasa bukan hanya aku saja yang menikmati mengisi buku amalan ibadah. Teman-temanku juga dengan suka hati mengisi buku amalan ibadah.

Jika diingat-ingat, produktif sekali aku waktu itu. Aku ingat aku menyempatkan hampir setiap hari meluangkan waktu bermain bersama-sama temanku selepas subuh. Lalu dilanjutkan sekolah atau pesantren kilat. Belum lagi mengerjakan PR. Saat itu sama sekali aku tidak mengeluh cape. Seakan energiku tidak habis dikala itu.

Sekarang, ah boro-boro mau main selepas subuh. Mata masih melek setelah subuh aja sudah jarang.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Saat "Me Time"-ku Diganggu