Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days-  Ditengah pandemi ini, salah satu yang paling menghibur adalah menonton drama korea. Salah satu hiburan yang dibubuhi cerita yang menarik dan tidak bertele-tele macam sinentron Indonesia yang entah kapan tamatnya. Beberapa hari yang lalu setelah tamat menonton Itaewon Class, entah kenapa aku merindukan drama-drama lama. Akhirnya aku menonton kembali drama korea lawas 49 Days.
Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days - Sumber Gambar dari Klik disini
 

49 Days bercerita tentang Shin Ji Hyun yang mengalami kecelakaan yang membuat ruhnya terpisah dari raganya. Ia bertemu dengan Grim Reaper, kalau di drama ini istilah Grim Reaper adalah Scheduler. Karena belum waktunya ke alam baka, Shin Ji Hyun diberi kesempatan 49 hari untuk mencari air mata murni dari orang yang benar-benar mencintainya di luar lingkaran keluarga. Sekilas tugas ini sangat mudah, mengingat Shin Ji Hyun adalah sosok positif dan banyak teman. Tapi ternyata eh ternyata tidak semudah itu Marisol 😀😀😀Tunangannya ternyata berselingkuh dengan sahabat dekatnya sendiri. Teman-teman sekolahnya pun ternyata hanya baik di permukaan. Untuk mencari air mata tersebut, Shin Ji Hyun harus merasuki tubuh seorang wanita bernama Song Lee Kyung yang kehidupannya 180 derajat dari Shin Ji Hyun. Penyendiri, tidak punya teman, pemurung dan sering mencoba bunuh diri. Selama merasuki Song Lee Kyung, ia bekerja di cafe teman sekolahnya Han Kang yang ternyata diam-diam mencintai Shin Ji Hyun sejak lama. Cukup spoilernya, sisanya nonton aja sendiri πŸ€ͺ😜🀣 Kali ini aku mau menceritakan kesanku selama menonton kembali drama lawas 49 Days ini.

Nam Gyu Ri - Shin Ji Hyun





Pertama, aku mau cerita tentang karakter serta para pemain. Nam Gyu Ri yang berperan sebagai Shin Ji Hyun cantik banget kayak boneka. Shin Ji Hyun sendiri jika dilihat dari luar, sempurna sekali hidupnya. Udah mah kaya, cantik, ceria, banyak teman dan baik hati. Tapi ternyata banyak yang tersembunyi dari kesempurnaannya itu. Orangnya sangat tulus, tapi ketulusan itu tidak sampai pada teman-temannya yang malah risih bahkan sahabatnya pun merasa direndahkan olehnya. Dari karakter Shin Ji Hyun aku belajar bahwa niat baik tidak selalu diterima baik. Peernya adalah "Sabodo teuing" Pokoknya tetaplah berbuat baik.
Lee Yo Won - Song Lee Kyung

Kesan pertamaku melihat Lee Yo Won yang berperan sebagai Song Lee Kyung, Ya Allah kurusnya si mba ini. Rasa-rasanya pengen kukasih makan enak gitu biar agak berisi. Song Lee Kyung adalah yatim piatu yang hanya mempunyai teman dari kecil yang akhirnya menjadi kekasihnya. Tapi kebahagiaannya hilang semenjak kekasihnya meninggal. Entah kenapa jika ada orang seperti Song Lee Kyung ini rasa-rasanya pengen tak peluk dan bilang "Jalan masih panjang sayang, kamu ga sendirian". Oia, aku juga salut sama aktingnya Lee Yo Won, dia harus memerankan 2 karakter yang berbeda disini. Pertama menjadi Song Lee Kyung yang pemurung dan kedua menjadi Shin Ji Hyun yang ceria ketika dirasuki.
Jo Hyun Jae - Han Kang

Jo Hyun Jae berperan sebagai Han Kang, Ahjussi rasa oppa yang kalau dilirik dikit aja bikin meleleh. Aku terkesan sama aktingnya, mengingat di drama Yongpal dia kejam banget tapi di drama 49 Days baik hati sekali. Han Kang mengajarkan tetap berbuat baik walaupun tahu cintanya tidak berbalas. Mencintai dalam diam itu sulit gaess!!!
Jung Il Wo - Scheduler

Jung Il Wo berperan sebagai Scheduler yang gosipnya doi beragama Islam. Baru gosip loh ya, tapi nampaknya beritanya menghilang begitu saja. Malaikat maut yang nyentrik abis, yang liat agendanya aja dari HP. Sosok yang cerewet abis padahal aslinya baik bahkan rela menolong walaupun akhirnya dia mendapat hukuman.

Okeh, kucukupkan tentang karakter para pemain karena kalo aku cerita si tunangan dan sahabatnya yang ternyata selingkuh, yang ada aku misuh-misuh alias berkata kasar. πŸ€£πŸ˜…πŸ˜‚

Di drama ini mengingatkanku bahwa kita tidak boleh menggantungkan harapan terhadap manusia. Kalo kata sahabat Ali Bin Abi Thalib ra "Aku sudah merasakan semua kepahitan hidup, dan yang paling pahit adalah berharap pada manusia"

Di drama ini juga mengigatkanku kalau berbuat baik aja masih di nyinyirin orang, apalagi kalo berbuat jahat. Kalo kamu berbuat jahat, pastilah bayarannya ke neraka. Tapi kalo kamu berbuat baik, setidaknya ada-lah harapannya untuk masuk surga. Kita tidak pernah tahu kapan kematian akan menghampiri kita, jadi lebih baik perbanyaklah berbuat baik.

Walaupun drama 49 Days ini udah lawas, aku rekomen banget buat ditonton karena banyak banget hikmah yang bisa kita petik dari drama ini.

Komentar

  1. Ahhh ... drama Korea. Bagus sih karena ceritanya selalu baru dan apa adanya. Hanya saja saya mah gak suka yang terlalu lama alias berjilid-jilid. Lebih suka nonton film lepas yang maksimal hanya 3 jam saja, selesai. Selama di rumah, baru nonton satu film Korea, judulnya "Hitman: Agent Jun". Baguuus! ^_^

    BalasHapus
  2. Baca tulisan ini tentang reaper jadi ingat novel anakku yang berjudul 23 th days bicara tetang reaper juga...Judulnya juga mirip...padahal anakku bukan penggemar drakor dan kita gak punya tv nih.. apa anakku terinspirasi ya hahaha. Novel anakku sdh lama terbitnya sih wkt SMA kelas 1 sekarang sdh kuliah sudah 3 tahun di Turki.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wow... MasyaAllah TabarkAllah mba...
      Bisa jadi salah satu referensi mba....

      Hapus
  3. Waah pastinya banyak pilihan drama Korea yang ingin ditonton yaa mba, like this one

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyess... Ada beberapa drama yang ga bosen ditonton berulang

      Hapus
  4. Bakalan ada dan selalu ada orang baik dinyinyirin, ya begitulah seperti di drakor , di kehidupan nyata aja apalagi ya.
    Aku ga suka drakor, tapi kalo film lepas suka.

    BalasHapus
  5. Tetaplah berbuat baik!
    YES, I totally agree.
    Junjungan kita Rasullah SAW, yang dijamin Allah SWT tanpa dosa saja banyak orang yang tak suka, bahkan pernah mau dibunuh.
    Apalagi kita, yang berlumur dosa. Hmmm.
    But, yes, keep doing the right things!
    Regardless whether some people like it or not.

    BalasHapus
  6. Drakor ini penyelamat banget dari kebosanan pas pandemi. Hiburan walau kadang kesal banget dgn tokoh antagonist

    BalasHapus
  7. Yaampun aku nonton ini suka banget, schedulernya juga kocak. Kaya baru kemarin tayang tau tau sudah berapa tahun aja ya. Jangna lupa nonton Itaewon class mba hehe

    BalasHapus
  8. Aku pas di rumah aja gini juga nonton drakor akhirnya, padahal aku tadinya anti drakor lho karena nggak suka tipikal cowok cantik dan malas ngikutin berepisode-episode. Tapi aku yang ditonton justru drakor anyar, CLoY sama sekarang lagi ngikutin The World of The Married.

    BalasHapus
  9. woaaa kisahnya seru. jiwa yg terlepas dr raga dan kudu cari orang yg tulus. mau nonton, ah. sama...saya jg jd suka nonton film, tp yg gak.terlalu panjang

    BalasHapus
  10. Pernah dengar dan baca soal drama Korea ini tapi belum pernah nonton. Dari tulisan Mbak sepertinya menarik cerita :)

    BalasHapus
  11. waa kayanya aku belum pernah nonton nih drama korea ini, jadi kepo deh pengen nonton jugaa, tapi nanti ah, soalnya sekarang lagi nonton drama nya lee min ho hehe

    BalasHapus
  12. Gitu ya, berbuat baik aja masih dinyinyirin. Dasar manusia. :))
    Bagus juga ya hikmah yang bisa dipetik dari drakor satu ini. Bikin yang nonton tak ragu lagi untuk melakukan kebaikan, meskipun dibicarakan jelek di belakang.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

7 Days Challenge JSR