Ramadhan ke-9 Kultum: Menjadi Perempuan Sholehah

 Ramadhan ke-9 Kultum: Menjadi Perempuan Sholehah

Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri


Kultum kali ini nampar bener dah. Karena sadar, jau banget dari ciri-ciri perempuan sholehah. Yang baru bisa kulakukan hanya mencoba untuk tidak berlebihan. 

Apa antara ikhwan dan akhwat tidak boleh mengobrol? Tentu saja boleh asal tidak berlebihan. Apakah harus memakai hijab atau pembatas? Tidak perlu, dan semua tergantung dengan sikap kita. Jika kita bisa mengontrol sikap kita, tidak perlu memakai hijab. Tapi jika memang tidak bisa mengontrol, maka sebaiknya memakai hijab. Jadi jangan saling men-judge, karena setiap orang punya kontrol dirinya sendiri masing-masing.

Disini ga aku pribadi ga terlalu bisa untuk berbicara banyak, karena kembali ke awal yang sudah aku jelaskan. Kata Sholehah masih sangat jauh dariku. 

Entah kenapa membahas perempuan sholehah ini aku jadi teringat dua hal, yang pertama ceramah dari Ust Adi Hidayat, "Jika kamu tidak bisa berlomba-lomba kebaikan dengan orang shalih, maka berlomba-lomba-lah dengan para pendosa untuk bertaubat"

Yang kedua kata-kata dari Ali bin Abi Thalib ra, "Aku tidak sebaik yang kau kira, namun tidak seburuk yang terlintas di hatimu."



Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak