Ramadhan ke-5 Kultum: 10 Prinsip Penyucian Jiwa

 Ramadhan ke-5 Kultum: 10 Prinsip Penyucian Jiwa

Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri


Hari ke-5 membahas 10 prinsip penyucian jiwa dari Ust Johan Saputra Halim, M.H.I. Di video, ustad membahas buku tipis yang beliau baca. Jika jiwa seseorang baik, maka seluruh aspek dalam kehidupannya akan baik. Di video banyak istilah Arab, berhubung keterbatasan, aku akan meresume bahasa Indonesia aja ya.

Bagaimana cara menyucikan jiwa kita?

1. Tauhid

Tauhid adalah hal atau prinsip yang utama, yang paling fundamental untuk menyucikan jiwa. Mustahil jika tidak bertauhid kepada Allah SWT jiwanya akan suci

2. Berdoa kepada Allah memohon kesucian Jiwa

Rasulullah SAW makhluk yang paling dicintai Allah SWT saja masih berdoa agar jiwanya selalu disucikan. Apalagi kita yang bukan siapa-siapa. 

3. Al-Quran

Al Quran adalah mata air sumber penyucian jiwa, sumber ilmu. Bagaimana kita bisa menyucikan jiwa jika kita tidak dekat dengan Al Quran?

4. Menjadikan sosok Rasulullah SAW sebagai tauladan

Karena Rasulullah SAW adalah manusia yang paling suci jiwanya. Maka kita harus mengikuti metode beliau dalam menyucikan jiwa.

5. Membersihkan kotoran di hati dan menghiasi dengan keimanan, aqidah yang baik dan benar. Serta adab dan budi pekerti yang mulia

6. Menutup semua celah yang dapat mengeluarkan manusia dari kesucian jiwanya. Yang dapat menjauhi dari adab dan budi pekerti yang mulia

7. Mengingat Allah dan mengingat kematian

8. Memilih sahabat yang sholeh agar bisa membimbing kita ke jalan yang benar

9. Mawas diri dari sifat ujub/berbangga diri. Atau merasa lebih sholeh dari orang lain

10. Mengenali jiwa/karakter kita. 

Setiap orang punya kelemahan, maka ketika kita mengenal diri sendiri, kita bisa meminimalisir kelemahan kita dan mengembangkan potensi terbaik dari diri kita



Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Berjarak