Ramadhan hari ke-7 Kultum : Sejarah Puasa Ramadhan

 Ramadhan hari ke-7 Kultum : Sejarah Puasa Ramadhan

Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri

Tema hari ke-7, menarik nih Sejarah puasa Ramadhan karena saya juga belum pernah tau. Jadi langsung cekidottt!!

Allah telah mewajibkan Ramadhan kepada para sahabat Rasulullah SAW itu ada 3 tingkatan.

Martabat yang pertama diwajibkan puasa Ramadhan, tapi dengan cara diberikan pilihan antara berpuasa atau kalau tidak bisa berpuasa, maka memberikan makan pada fakir miskin

"...Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS Al Baqarah 2:184)

Martabat yang kedua, diwajibkan puasa ramadhan. Fase yang kedua ini berat sekali. Jika ada orang yang berpuasa, lalu pas waktu berbuka ia tertidur maka pada waktu itu haram untuk dia makan.
Berkata Al Barra bin Azib:
"Adalah para sahabat Nabi Muhammad SAW apabila seseorang berpuasa lalu datanglah waktu berbuka puasa namun ia tertidur sebelum berbuka. Maka ia tidak boleh makan di malam itu, siang itu sampe sore lagi"

Baca Juga :

Ramadhan ke-6 Kultum: Tenang dalam Kesulitan


Masuk ke martabat yang ketiga, yaitu diwajibkannya berpuasa tanpa ada pilihan dari semenjak terbit fajar sampai terbenam matahari.
Alkisah, Qais bin Shirmah Al Anshari berpuasa. Ia seharian telah bekerja keras. Lalu tertidur di waktu berbuka, ia melanjutkan puasanya hingga keesokan harinya. Tapi karena memang hari sebelumnya ia sangat bekerja keras, pada siang hari ia pingsan karena tidak kuat.
Kabar itu didengar oleh Rasulullah SAW. Maka kemudian Allah SWT menurunkan ayat-Nya memberikan keringanan, Allah SWT berkata:

"Dihalalkan bagi kamu pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan memberi maaf kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia, supaya mereka bertakwa." (QS Al-Baqarah 2:187)
 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak