Ramadhan Hari ke-1: Surat untuk Ramadhan

Hai Ramadhan, Selamat datang kembali. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu lagi. Meski kita bertemu dengan kondisi yang tidak dikira. Kamu tetap kunanti bagaimanapun kondisinya.

Tadi malam, untuk membeli makan malam, aku sedikit berkeliling kotaku, Balikpapan. Penutupan akses jalan di beberapa tempat membuatku harus berputar mencari jalan. Tidak ada jamaah yang berbondong-bondong untuk shalat berjamaah seperti biasanya. Himbauan pemerintah untuk melakukan ibadah di rumah, membuat kami tidak bisa menyapamu di rumah Allah SWT. Aku tidak marah pada pemerintah, aku tahu ini semua dilakukan agar pandemi ini segera berakhir.

Kejadian ini membuatku merenung atas kurang bersyukurnya aku. Ketika di negaraku banyak sekali mesjid yang bisa di datangi untuk melakukan ibadah. Aku lebih sering menunda dan melakukannya dirumah. Padahal tau, mengerjakan ibadah di Mesjid lebih baik.

Entah ini ujian atau sebuah hukuman. Tapi ini benar-benar mengingatkanku bahwa Allah SWT sama sekali tidak butuh ibadah kita. Sebaliknya, kitalah yang membutuhkan Allah SWT

Ramadhan, aku harap aku bisa menjamu-mu dengan jamuan terbaik tahun ini. Maka jangan terlalu cepat berlari.

Ramadhan, aku berharap semoga aku mendapatkan sebenar-benarnya Kemenangan.

Doakan aku ya.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

7 Days Challenge JSR