Postingan

Menampilkan postingan dari 2020

Ramadhan hari ke-6 : Hal-hal yang Harus Dipikirkan Ketika Hendak Berhutang

Gambar
Sebenarnya ini adalah postingan saya di blog lama. Entah kenapa kepikiran lagi aja untuk share ulang siapa tau bisa bermanfaat
Sering saya mendengar cerita-cerita teman saya, yang kebanyakan sudah berumah tangga ketika saatnya gajian, hal yang mereka pikirkan adalah cicilan satu, cicilan dua, dan seterusnya. Sehingga tak jarang mereka kewalahan sendiri untuk mengatur keuangan. Hutang adalah salah satu dosa yang tidak akan terampuni walau mati syahid. Saya pribadi lebih memilih untuk mengumpulkan uang daripada berhutang. Bukan berarti hutang itu dilarang, hanya saja memang harus ada hal-hal yang harus dipikirkan ketika hendak berhutang. Yang akan saya sampaikan di postingan kali ini hanyalah pikiran sok tau saya aja lho ya… 😉😆😃
1. Tujuan berhutangLagi-lagi saya ingatkan, mulailah belajar apakah yang hendak kita beli itu sebuah kebutuhan atau keinginan. Ketika sudah di tahap kebutuhan, maka yang harus dipikirkan lagi adalah tingkat kebutuhannya. Apa benar dibutuhkan sekaran…

Ramadhan hari ke-5: Macam-macam Pertemanan

Gambar
Tadi pagi baru saja aku mendapatkan pesan WA dari sahabatku sejak kuliah. Isinya seperti ini:
#Hikmah_Pagi 💙

Dari sekian banyak ibadah yang dapat mendekatkan diri kita dengan jalan menuju syurga, salah satu jalannya adalah :

Berteman dengan orang-orang sholeh (Qs. At-Taubah : 119)
...
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَكُونُوا مَعَ الصَّادِقِينَ

[119] Hai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah, dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar.

*
Diantara perintah beriman, Ada perintah agar kita bersama orang2 yang benar. Karena mustahil keimanan akan melekat, jika kita jauh dari lingkaran kebenaran dan kebaikan.

Dalam satu riwayat hadist, Rasulullah pernah meminta 3 cinta kepada Allah , yaitu :
1. Cinta- Nya
2. Cinta orang-orang yang mencintai-Nya
3. Cinta kepada amalan yang mendekatkan diri dengan cinta-Nya

Sekelas Rasul saja masih meminta dibersamai dengan orang2 yang mencintai Allah, apalagi dengan kita ?

Nabi Musa ditemani Harun, Nabi Ibrahim bersama Ismail, Nabi Da…

Ramadhan hari ke-4: Memotivasi atau Riya

Dari hari pertama ramadhan, sudah sekitar orang menanyai "Sudah sampai mana mengajinya". Ketika aku menjawab ada dua respon yang aku dapatkan.Yang pertama merespon dengan bilang "Baru segitu? aku sih udah hampir tamat". Yang kedua, "Wah hebat ya sudah sampai situ."
Respon yang bertolak belakang memang. Alasan mereka bertanya Wallahualam sih. Tapi kadang aku merasa serba salah ketika ditanya yang mengenai ibadahku. Disisi lain aku ingin sekali apa yang aku contohkan sehari-hari menjadi dakwah untuk orang sekitarku. Dan di sisi lain aku takut semua ini hanyalah keinginanku dibilang sholehah atau kata lain adalah Riya.

Yang bisa kuperbuat adalah sesering mungkin meluruskan niat. Jangan sampai melenceng ke arah yang tidak disukai Allah SWT. Tapi aku tetap sepakat dengan kata-kata Sahabat Rasul Ali bin Abi Thalib:
"Jangan menjelaskan tentang dirimu kepada siapapun.
Karena yang menyukaimu tidak butuh itu, dan yang membencimu tidak percaya itu."
Biarkan s…

Ramadhan hari ke-3: Buku Amalan Ibadah

Hari ini aku mengunjungi keponakanku. Anak dari sepupuku yang pengen liat motor polisi. Bukan motor polisi sebenarnya, hanya aku dipinjami Motor besar oleh bosku yang sudah di modifikasi mirip seperti motor polisi. Kakak berusia 6 tahun dan adik baru menginjak 2 tahun. Senangnya ga ketulungan, sampai berebut untuk naik motor.
Datanglah waktu Sholat Ashar, Abang ikut solat denganku. Selepas solat ia menandai daftar amalan yang diberikan oleh sekolahnya. Melihat itu aku jadi teringat Buku Amalan ibadah yang selalu diberikan oleh sekolah untuk diisi selama bulan Ramadhan.

Aku ingat euforia ketika mengerjakan amalan ibadah kala itu. Bak orang paling sholeh aku memaksakan untuk sholat awal waktu dan berjamaah. Ditambah sholat rawatib, Dhuha, dan tentu saja tarawih. Buku amalan ibadah itu selalu kubawa, untuk meminta tanda tangan imam dan stempel mesjid. Belum lagi catatan isi ceramah waktu antara Sholat Isya dan Tarawih serta catatan kultum selepas subuh. Dalam sehari aku bisa menulis 2-3 i…

Ramadhan hari ke-2: Mencari Jalan

Di masa pandemi ini, aku masih kerja seperti biasanya. Aku mencoba tidak mengeluh. Toh bukankah aku harus bersyukur? Banyak orang yang mencari pekerjaan untuk hidup. Di Balikpapan melakukan penutupan jalan di beberapa titik di waktu tertentu. Jam pulang kantorku adalah salah satu waktu penutupan jalan tersebut.

Entah kenapa cara ini menurutku kurang efektif membuat orang di rumah saja, seperti anjuran pemerintah. Karena penutupan jalan di beberapa titik membuat orang mencari jalan alternatif. Aku tahu beberapa jalan alternatif tercepat. Ternyata yang tau bukan hanya aku, banyak masyarakat menggunakan jalan alternatif tesebut dan membuat kemacetan. Tandanya masih banyak orang yang berkumpul dan keluar rumah. Semoga yang keluar rumah memang ada urusan yang urgent. Aku memilih berputar jauh untuk menghindari kemacetan. Benar saja, jalan agak sepi di jalan-jalan besar.


Aku rasa banyak orang berharap bisa segera ke tempat tujuan malah terjebak macet. Ada yang memilih bertahan pada kemaceta…

Ramadhan Hari ke-1: Surat untuk Ramadhan

Hai Ramadhan, Selamat datang kembali. Terima kasih sudah memberiku kesempatan untuk bertemu denganmu lagi. Meski kita bertemu dengan kondisi yang tidak dikira. Kamu tetap kunanti bagaimanapun kondisinya.

Tadi malam, untuk membeli makan malam, aku sedikit berkeliling kotaku, Balikpapan. Penutupan akses jalan di beberapa tempat membuatku harus berputar mencari jalan. Tidak ada jamaah yang berbondong-bondong untuk shalat berjamaah seperti biasanya. Himbauan pemerintah untuk melakukan ibadah di rumah, membuat kami tidak bisa menyapamu di rumah Allah SWT. Aku tidak marah pada pemerintah, aku tahu ini semua dilakukan agar pandemi ini segera berakhir.

Kejadian ini membuatku merenung atas kurang bersyukurnya aku. Ketika di negaraku banyak sekali mesjid yang bisa di datangi untuk melakukan ibadah. Aku lebih sering menunda dan melakukannya dirumah. Padahal tau, mengerjakan ibadah di Mesjid lebih baik.

Entah ini ujian atau sebuah hukuman. Tapi ini benar-benar mengingatkanku bahwa Allah SWT sama …

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Gambar
Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days-  Ditengah pandemi ini, salah satu yang paling menghibur adalah menonton drama korea. Salah satu hiburan yang dibubuhi cerita yang menarik dan tidak bertele-tele macam sinentron Indonesia yang entah kapan tamatnya. Beberapa hari yang lalu setelah tamat menonton Itaewon Class, entah kenapa aku merindukan drama-drama lama. Akhirnya aku menonton kembali drama korea lawas 49 Days.


Saat "Me Time"-ku Diganggu

Gambar
"Dimana?" Isi pesan singkat darimu.Saat itu aku malas menjawab. Aku hanya membaca pesanmu lalu kuabaikan. Kembali aku memasang earphone dan menikmati lagi kesukaan ku sambil menikmati kopi. "Me Time" adalah yang kubutuhkan untuk meemberi jeda pada diriku sendiri.  Ketika aku sedang menikmati kesendirianku, tiba-tiba ada yang menarik earphone-ku. "Kenapa tidak balas pesanku?" Ah, ternyata kamu. "Kamu tau dari mana aku disini?" Tanyaku agak jengkel sekaligus bingung. "Mimin yang punya kafe update "Story'" dan kamu ada di frame," jawabmu sambil menunjukan fotoku yang sedang menikmati musik dan kopi. "Kenapa tidak balas pesanku?" Tanyamu lagi. "Aku ingin istirahat sebentar dan menikmati kesepian," jawabku sambil menyeruput habis kopi ku. "Oke, ibumu khawatir karena tidak bisa menghubungimu." "Sejak kapan kamu berkomunikasi dengan ibuku?" Tanyaku heran. "Cukup lama," jawabmu santai. &qu…

Menitipkan Ikan

Gambar
A: "Yakin kamu mau beli ikan ini?" B: "Yakinlah" A: "Emang boleh masuk pesawat, lagian kan kalo memang mau pelihara bisa beli disana nanti" B: "Yang bilang mau dibawa siapa?"
Aku kebingungan sendiri dengan kata-katamu. Kamu hanya tersenyum melihatku kebingungan. Bukan menjelaskan padaku, malah mengajakku minum kopi di tempat biasa