Aku, yang (katanya) Mencintaimu dalam Diam

Aku, yang katanya mencintaimu dalam diam
Ada hari dimana aku ingin sekali menelpon atau mengirimimu pesan
Menanyakan kabarmu
Bagaimana harimu?
Ada cerita apa hari ini?
Sudah makan atau belum?
Weekend, apa rencanamu?
Sayangnya, hanya sebatas ingin.
Aku cukup tahu diri setelah penolakan-penolakan halus yang kamu buat.
Aku, bukan tempatmu untuk bercerita.

Katanya cinta harus mempunyai pembuktian dalam perbuatan.
Aku jadi ragu, apakah aku benar-benar mencintaimu?

Pernah terpikir olehku, aku ingin sekali menjadi Jo Yi Seo dalam drama Itaewon Class. Yang membersamai bahkan menjadi kunci untuk mewujudkan impian Park Sae Royi. Jo Yi Seo tidak pernah menyerah walaupun sudah menerima penolakan berkali-kali.
Tapi aku ke kamu, aku tidak melakukan itu. Aku masih sibuk dengan diriku sendiri. Tidak ada perbuatan yang menjadi pembuktian cintaku.
Apa doaku termasuk dalam perbuatan? Yang kadang (bahkan sering) aku lupakan.
Karena,
Aku masih sibuk dengan diriku sendiri.
Aku jadi ragu, apakah benar aku mencintaimu?
Oh iya, ada satu usahaku untuk mencintaimu. Aku pernah menyatakan kan? Tapi bahkan aku tahu akan ditolak dari awal.
Ah, aku rasa itu bukan suatu pembuktian.
Dibilang menyerah, ada satu sudut hatiku yang masih berharap. Tapi aku juga enggan untuk memperjuangkanmu.
Ah, aku tahu.
Apakah mungkin aku mengabaikan perasaan itu.
Pada akhirnya, aku sibuk dengan diriku sendiri.
So, aku rasa
Aku, hanya sekedar katanya mencintaimu dalam diam.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

7 Days Challenge JSR

Menonton Kembali Drama Korea Lawas 49 Days

Berjarak