Postingan

Menampilkan postingan dari 2021

Kecilkan Ekspetasi

 Jangan berekspetasi sama orang lain. InsyaAllah bakal kecewa. Berekspetasilah sama Allah SWT yang pasti selalu punya rencana terbaik untukmu. Entah sudah keberapa kali aku mendengar kata-kata itu. Tapi sayangnya, sesering itu aku mendengar atau membaca. Sesering itu juga aku merasa kecewa dengan ekspetasiku. Yang membuatku merasa lebih bodoh daripada keledai. Settingan kata-kata itu, hanya sampai di otakku saja. Tidak dengan hatiku. Penyakit hati ini belum bisa sembuh dariku. Semoga kelak aku bisa segera sembuh dari sakitku ini. Aamiin

Ah, Ternyata...

Sore ini aku mendapat kabar salah satu sahabat dekatku menikah. Tentu saja aku ikut senang. Tapi beberapa menit kemudian mulai terlintas pertanyaan. "Ya Allah, aku kapan?" Mendadak ada sisi hatiku merasakan sedih. Seperti layaknya auto system, tanganku mulai menari-nari di dunia media sosial. Mencari-cari yang berpotensi menjadi calon suami. Akhirnya aku mendapatkan beberapa list nama. Lalu muncul dua pertanyaan baru.  "Yakin mau sama dia?"  dan  "Emang dia mau sama aku?" Lalu tetiba handphoneku berbunyi tanda pesan masuk.  Ah, ternyata pekerjaanku masih menumpuk. Harus kuselesaikan satu per satu. Tak lama kemudian handphoneku berbunyi lagi. Telepon dari orang rumah yang menanyakan aku pulang. Yang menunggu Lumpia goreng kesukaan mereka. Ah, ternyata aku masih harus bersama keluargaku. Setelah itu, adzan Ashar berkumandang. Tubuhku langsung bergerak mengambil wudhu. Karena sepertinya aku butuh "Me Time" bersama pemilik hati. Ketika aku bercermin

Dijemput

 Aku menemukan sebuah kalimat di story IG temanku. Ia me-capture salah satu postingan di IG. Anak-anak sekarang sekolah via zoom, jadi ga tau rasanya pulang sekolah lama nunggu ga dijemput-jemput bahkan sampe tinggal sendirian semua murid lainnya udah pada pulang. Yang pernah, pasti inget rasanya (dari akun kusumandaru) Tentu aku bukan anak sekolah via zoom. Secara umur sudah memasuki kepala 3. Tapi aku juga tidak ingat rasanya menunggu jemputan jaman sekolah. Karena memang tidak ada yang menjemput. Orang tuaku atau kakakku hanya memperlihatkan jalan ke sekolah satu kali. Setelah itu, aku berangkat dan pulang sekolah sendiri. Dan itu terjadi sejak aku TK. Kebiasaan ini berlaku ke semua anggota keluarga. Keluargaku mengajarkan untuk mandiri sejak kecil. Aku dulu bagaikan Ibnu Batutah versi lebih alias paling minor pastinya. Aku suka menjelajah jalan-jalan yang belum pernah aku lewati. Sebetulnya aku diberi uang untuk naik angkutan umum, tapi seringnya aku memilih untuk jalan kaki. Perta

Aku, yang (katanya) Mencintaimu dalam Diam

Aku, yang katanya mencintaimu dalam diam Ada hari dimana aku ingin sekali menelpon atau mengirimimu pesan Menanyakan kabarmu Bagaimana harimu? Ada cerita apa hari ini? Sudah makan atau belum? Weekend, apa rencanamu? Sayangnya, hanya sebatas ingin. Aku cukup tahu diri setelah penolakan-penolakan halus yang kamu buat. Aku, bukan tempatmu untuk bercerita. Katanya cinta harus mempunyai pembuktian dalam perbuatan. Aku jadi ragu, apakah aku benar-benar mencintaimu? Pernah terpikir olehku, aku ingin sekali menjadi Jo Yi Seo dalam drama Itaewon Class. Yang membersamai bahkan menjadi kunci untuk mewujudkan impian Park Sae Royi. Jo Yi Seo tidak pernah menyerah walaupun sudah menerima penolakan berkali-kali. Tapi aku ke kamu, aku tidak melakukan itu. Aku masih sibuk dengan diriku sendiri. Tidak ada perbuatan yang menjadi pembuktian cintaku. Apa doaku termasuk dalam perbuatan? Yang kadang (bahkan sering) aku lupakan. Karena, Aku masih sibuk dengan diriku sendiri. Aku jadi ragu, apakah benar aku me

Resign dan Covid

Ini kisah resignku. Sudah 2 tahun terakhir aku sudah ingin mengajukan resign. Alasan klasik, 'ruang' kerja yang tidak berkembang | padahal perusahaan cukup berkembang | skill yang tidak bertambah, terjebak dengan waktu kerja 25 jam | You know what I Mean? | kebijakan-kebijakan yang kurasakan tidak cukup adil bagiku. Angin segar akhirnya berhembus di awal tahun kemaren. Diterima di sebuah perusahaan Global, tentunya jabatan dan pendapatan yang lebih tinggi sudah di depan mata. Softcopy kontrak-pun sudah dikirim via email. Akhirnya aku bisa ber-euforia karena bisa lepas dari perusahaanku sebelumnya. Sebelum Idul fitri kemaren akhirnya aku terakhir bekerja. Sebagian besar orang disana menyayangkan aku resign. Tapi pikirku itu hanya sekedar basa-basi. Bukan, bukan karena mereka tidak peduli atau bermuka dua. Sepertinya itu menjadi hal biasa ketika seseorang resign. Bersimpati. Mereka ga jahat, hanya saja setiap orang akan sibuk dengan urusan mereka masing-masing. Akhirnya aku ditam

Ramadhan ke-10 Kultum: Kisah Sahabat yang Membuat Rasulullah SAW Menangis

Gambar
 Ramadhan ke-10 Kultum: Kisah Sahabat yang Membuat Rasulullah SAW Menangis Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikuti di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Kultum kali ini beriksah tentang kisah sahabat yang membuat Rasulullah SAW menangis. Btw, kisah ini relate banget sih sama kehidupan jaman milenial sekarang. Jadi langsung sajo, cekidot. Al Kisah ada seorang sahabat Rasul bernama Abu Dujanah ra, beliau seorang yang fakir tapi sangat sholeh. Ia termasuk sahabat yang paling rajin, ketika berjamaah bersama Rasulullah SAW, ia akan menyelesaikan ibadah sampai tuntas baru pulang.  Rasulullah SAW adalah seorang yang paling memperhatikan para sahabatnya. Ia menyadari Abu Dujanah ra beberapa hari pulang sebelum selesai berdoa. Padahal doa Rasulullah SAW adalah hal yang paling dinantikan. Lalu akhirnya Rasulullah SAW langsung bertanya kepada Abu Dujanah ra. Apakah ia sudah tidak mempunyai hajat. Seketika sahabatnya itu langsung menangis. Ia mencer

Ramadhan ke-9 Kultum: Menjadi Perempuan Sholehah

Gambar
 Ramadhan ke-9 Kultum: Menjadi Perempuan Sholehah Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Kultum kali ini nampar bener dah. Karena sadar, jau banget dari ciri-ciri perempuan sholehah. Yang baru bisa kulakukan hanya mencoba untuk tidak berlebihan.  Apa antara ikhwan dan akhwat tidak boleh mengobrol? Tentu saja boleh asal tidak berlebihan. Apakah harus memakai hijab atau pembatas? Tidak perlu, dan semua tergantung dengan sikap kita. Jika kita bisa mengontrol sikap kita, tidak perlu memakai hijab. Tapi jika memang tidak bisa mengontrol, maka sebaiknya memakai hijab. Jadi jangan saling men-judge, karena setiap orang punya kontrol dirinya sendiri masing-masing. Disini ga aku pribadi ga terlalu bisa untuk berbicara banyak, karena kembali ke awal yang sudah aku jelaskan. Kata Sholehah masih sangat jauh dariku.  Entah kenapa membahas perempuan sholehah ini aku jadi teringat dua hal, yang pertama ceramah dari

Ramadhan ke-8 Kultum : Carilah Sahabat Surgamu

Gambar
 Ramadhan ke-8 Kultum : Carilah Sahabat Surgamu Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Kultum di hari ke-8 ini, mengandung bawang. Pertanyaannya, adakah sahabat sekitarmu yang bisa membantumu masuk ke dalam surga? Lalu diakhir video ustad Adi Hidayat bekata, "Tolong diingatkan, ketika anda tidak menemukan saya di surga, maka ingatkan bahwa saya pernah mengajak pada kebaikan"  Ingin kuberkata, saya ustadz yang harus berkata seperti itu. Ketika ustadz tidak menemukan saya, bisakah ustadz mengingat bahwa saya pernah menulis kultum ini?  Gak bisa banyak berkata-kata di kultum kali ini. Saya pribadi bukan seseorang pemilih jika hanya sekedar berteman. Tapi jika sahabat, baru saya sangat amat pemilih. Di Kultum ini menyadari saya, bahwa memang membangun supporting sistem itu sangat penting. Bahkan bukan hanya untuk dunia tapi juga di Akhirat. Semoga teman-teman yang mampir di postingan ini juga n

Ramadhan hari ke-7 Kultum : Sejarah Puasa Ramadhan

Gambar
 Ramadhan hari ke-7 Kultum : Sejarah Puasa Ramadhan Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Tema hari ke-7, menarik nih Sejarah puasa Ramadhan karena saya juga belum pernah tau. Jadi langsung cekidottt!! Allah telah mewajibkan Ramadhan kepada para sahabat Rasulullah SAW itu ada 3 tingkatan. Martabat yang pertama diwajibkan puasa Ramadhan, tapi dengan cara diberikan pilihan antara berpuasa atau kalau tidak bisa berpuasa, maka memberikan makan pada fakir miskin "... Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui" (QS Al Baqarah 2:184) Martabat yang kedua, diwajibkan puasa ramadhan. Fase yang kedua ini berat sekali. Jika ada orang yang berpuasa, lalu pas wak

Ramadhan ke-6 Kultum: Tenang dalam Kesulitan

Gambar
 Ramadhan ke-6 Kultum: Tenang dalam Kesulitan Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Kultum kali ini adalah garis besar dari QS Ad-Dhuha 93:1-11 1.   Demi waktu matahari sepenggalahan naik, 2.  dan demi malam apabila telah sunyi (gelap), 3.  Tuhanmu tiada meninggalkan kamu dan tiada (pula) benci kepadamu. 4.  Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan). 5.  Dan kelak Tuhanmu pasti memberikan karunia-Nya kepadamu, lalu (hati) kamu menjadi puas. 6.  Bukankah Dia mendapatimu sebagai seorang yatim, lalu Dia melindungimu? 7.  Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang bingung, lalu Dia memberikan petunjuk. 8.  Dan Dia mendapatimu sebagai seorang yang kekurangan, lalu Dia memberikan kecukupan. 9.  Sebab itu, terhadap anak yatim janganlah kamu berlaku sewenang-wenang. 10.  Dan terhadap orang yang minta-minta, janganlah kamu menghardiknya. 11.  Dan terhadap nikmat Tu

Ramadhan ke-5 Kultum: 10 Prinsip Penyucian Jiwa

Gambar
 Ramadhan ke-5 Kultum: 10 Prinsip Penyucian Jiwa Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Hari ke-5 membahas 10 prinsip penyucian jiwa dari Ust Johan Saputra Halim, M.H.I. Di video, ustad membahas buku tipis yang beliau baca. Jika jiwa seseorang baik, maka seluruh aspek dalam kehidupannya akan baik. Di video banyak istilah Arab, berhubung keterbatasan, aku akan meresume bahasa Indonesia aja ya. Bagaimana cara menyucikan jiwa kita? 1. Tauhid Tauhid adalah hal atau prinsip yang utama, yang paling fundamental untuk menyucikan jiwa. Mustahil jika tidak bertauhid kepada Allah SWT jiwanya akan suci 2. Berdoa kepada Allah memohon kesucian Jiwa Rasulullah SAW makhluk yang paling dicintai Allah SWT saja masih berdoa agar jiwanya selalu disucikan. Apalagi kita yang bukan siapa-siapa.  3. Al-Quran Al Quran adalah mata air sumber penyucian jiwa, sumber ilmu. Bagaimana kita bisa menyucikan jiwa jika kita tidak deka

Ramadhan ke-4 Kultum: Keutamaan Hari Jumat

Gambar
Ramadhan ke-4 Kultum: Keutamaan Hari Jumat  Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Hari ke-4 kita membahas keutamaan hari Jumat, kami diberi 2 video. Yang pertama dari Ust. Dr Syafiq Riza Basalamah, M.A. Videonya cukup singkat. Di video tersebut mengingatkan kita untuk banyak bershalawat kepada Rasulullah SAW. Banyak itu seberapa? Minimal 300 kali. Jadi jumat terakhir, sudah berapa kali bershalawat? Ini sebenarnya tamparan besar untuk aku pribadi. Karena jujur aku belum merutinkan amalan tersebut. Shalawat aku ucapkan hanya di dalam shalat dan ketika berdoa setelah shalat. Kalo yang masih bingung kalimat shalawat mana yang harus diucapkan, cukup lafalkan shalawat yang kita bacakan di tahiyat akhir dalam sholat Baca Juga:  Ramadhan ke-3 Kultum: Ibadah Wanita Haid Video kedua cukup panjang. Aku mencoba meresume dengan bahasaku. Kalau ada yang salah, langsung ditegur aja ya. Hari Jumat  disebut-sebut se

Ramadhan ke-3 Kultum: Ibadah Wanita Haid

Gambar
  Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikuti di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Hari Ke-3, membahas ibadah untuk wanita haid. Ini menarik banget sih. Karena suka merasa kesel sendiri kalo haid, apalagi pas bulan Ramadhan seperti ini. Lagi semangat-semangatnya ibadah, eh malah haid. Stuck ga tau harus gimana, tapi pengen ibadah. Padahal haid adalah sebuah takdir yang harus perempuan dihadapi dan harus disyukuri. Baca juga:  Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari Langsung cus aja buat resumenya. Jadi garis besar ibadah yang tidak boleh dilakukan wanita haid ada 3 yaitu Sholat, puasa dan Thawaf. Udah, 3 hal itu aja. Yang lainnya sangat boleh. Jadi masih banyak ibadah yang bisa kita lakukan. Kalau lagi Ramadhan dan kita sedang haid. Wajib banget mengganti puasanya sebelum Ramadhan berikutnya. Kalau lupa bagaimana? Jika lupa, harus Qodho / mengganti puasa sampai yakin bahwa puasanya sudah dibayar sampai lunas. Mendingan lebih d

Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari

Gambar
 Ramadhan ke-2 Upgrade Skill: Cara Sedekah Setiap Hari Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Hah sedekah tiap hari? Duh buat diri sendiri aja kurang. Sering merasa seperti itu? Terusin aja, paling tetap merasa kurang. Aku meyakini bahwa rejeki sudah diatur. Kita mungkin tidak tahu rejeki itu ada dimana tapi Rejeki selalu punya cara untuk menemukan kita. Kadang, kita hanya kurang bersyukur. Dan salah satu cara atau bukti kita bersyukur adalah bersedekah. Btw, kalau kalian masih berpikir jika sedekah itu hanya sebatas uang. Kusarankan kalian main lebih luas, karena sedekah lebih luas dari apa yang dipikirkan. Sedekah bisa dilakukan dari hal yang terkecil dan bisa dilakukan setiap hari. Berikut contohnya. kenal ga sama emoticon 😊☺️😁😄😃😀? Yess, kita udah ga asing kan sama emoticon tersebut. Kita bisa menyisipkan emoticon senyuman disetiap section komen, atau setiap interaksi dengan orang lain di med

Ramadhan ke-2 Kultum: Perang Badar

Gambar
Ramadhan ke-2 Kultum: Perang Badar Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh  @Positivistri Sebenarnya bukan ini sih video dari panitia. Tapi entah kenapa link yang diberikan tidak bisa memutar video. Btw, video yang saya sisipkan adalah video kajian Sirah Nabawiyyah oleh Ust. Khalid Basalamah. Sebelum pandemi ada kajian Sirah Nabawiyyah di Masjid Istiqamah Balikpapan. Aku bukan ahli bercerita sejarah, tapi aku mencoba menceritakan kembali apa yang tangkap dari video yang kutonton dari panitia. Aku mendengar kisah perang ini ketika aku duduk di bangku sekolah. Yang kuingat adalah kaum muslimin saat itu hanya mempunyai sekitar 300an pasukan sedangkan kaum Quraisy mempunyai 1000 pasukan. 1 banding 3. Ternyata ketika mengetahui perbandingan jumlah pasukan. Rasulullah SAW sempat merasa bimbang terhadap komitmen kaum anshor. Tapi kebimbangan itu hilang ketika Sa'ad bin Muadz maju memberikan pidato yang heroik. Kurang l

Ramadhan ke-1 Upgrade Skill: Cara Ringan Menabung Qurban

Gambar
Ramadhan ke-1 Upgrade Skill: Cara Ringan Menabung Qurban Fyi, catatan ini dibuat untuk meresume kegiatan yang aku ikut di Positivity Ramadhan yang diselenggarakan oleh @Positivistri Jadi, sebenarnya kegiatan di Positivity cukup padat. Tapi biasanya aku mendengarkan rekaman. Karena waktu yang dipakai untuk beraktifitas adalah WIB sedangkan aku saat WITA.  Lihat juga catatan tahun kemaren : klik disini Dulu kalo kepikiran buat Qurban aku selalu membuat alasan, "Ah ya udah ntar aja tahun depan". Lalu apa yang terjadi tahun depan? Aku tetap membuat hal yang sama. Kejadian ini berulang kali terjadi. Sampai suatu saat, aku terpikir "Bagaimana nanti ajalku menjemput tapi aku tak sempat berQurban?" Yang akhirnya saat itu aku menggunakan uang tabunganku untuk berQurban. Jika dipikir-pikir, aku hanya membuat alasan demi alasan. Jika tidak memaksa diri, mungkin sampai sekarang aku tidak pernah berQurban. Iya sih memang, Qurban itu ga wajib. Tapi aku agak malu sendiri ketika me

Ramadhan ke-1: Kultum-Manajemen Waktu

Gambar
Ramadhan ke-1: Kultum-Manajemen Waktu Baca juga catatan Ramadhan tahun kemarin --> Klik disini Jangan ngamuk dulu, aku tahu postingan ini diposting di hari ke-8. Jadi ceritanya aku ikut kegiatan Positivity Ramadhan ( Positivistri activity Ramadhan). Semacam pesantren kilat online khusus perempuan. Walaupun penyelenggara ada kata "Istri", yang belum menikah bisa banget untuk ikutan. Nah, daripada catatan-catatan hanya sekedar di lapton dan aku simpan sendiri. Mari kita tuliskan saja di blog yang mungkin mulai ada sarang laba-laba saking jarang aku isi. Cuss langsung ke isi materi hari pertama. Hari pertama ada kultum yang harus kita tonton. Berikut linknya. Video ini diambil dari potongan ceramah dari Ustadz dr. Raehanul Bahraen Di video ini aku merasa kesentil, karena memang banyak waktu yang kubuang sia-sia. Kalau lagi ga ikut kajian, biasanya kalian ngapain? Kalo aku main media sosial, rebahan, nonton drakor dan kegiatan yang kalau dipikir-pikir memang tidak produktif y